Kategori

Senin, 15 Oktober 2012

Tempat Pensil dari Botol dan Baterai Bekas

SAMPAH?

Ya, botol minuman kosong adalah sampah. Baterai yang sudah habis listriknya juga sampah. Tetapi keduanya bisa dimanfaatkan menjadi tempat pensil.

Caranya :

01 Siapkan alat dan bahan : botol bekas kosong; baterai bekas; gunting/cutter.

02 Potong botol menggunakan gunting/cutter dengan tinggi sekitar 11cm.


03 Masukkan baterai bekas ke dalam botol. Baterai ini berfungsi sebagai pemberat agar tidak gampang terjatuh dan juga sebagai hiasan visual di dasar botol menghilangkan kesan polos dari botol yang transparan.


04 Tempatkan pensil dan alat-alat tulis lainnya pada botol yang berisi baterai.


05 Jika perlu, siapkan botol kecil bekas lainnya misalnya botol plastik parfum yang mempunyai profil segitiga seperti pada gambar. Potong dengan ketinggian menyesuaikan botol besar.

06 botol kecil ini dapat digunakan sebagai pemisah dan untuk klasifikasi alat-alat yang lebih kecil, misalnya alat tulis : pulpen, pensil, spidol kecil. Sementara botol besar digunakan untuk tempat gunting, penggaris, stapler dan alat-alat yang lebih besar.

07 Masukkan botol kecil ke dalam botol besar. Dengan demikian akan memudahkan dalam memilih pensil atau penggaris.


08 Letakkan di meja anda dan rasakan perubahan suasana meja anda.

09 Bereskan alat-alat dan sisa-sisa sampah yang tidak terpakai. Jangan lupa buanglah sampah di tempatnya.

Kamis, 26 Juli 2012

Mainan Pesawat dari Limbah Bungkus Rokok

Anda merokok?
Anda tidak merokok?
Tenang saja, saya tidak menyuruh merokok maupun menyuruh berhenti merokok.

Yang pasti di sekitar kita, rokok sudahlah umum. Bagi yang merokok pasti membuang bungkus rokok kosong kan? Bagi yang tidak merokok pasti pernah menemukan bungkus rokok kosong yang belum dibuang atau yang dibuang sembarangan.

SAMPAH?

Ya, bungkus rokok kosong adalah sampah. Tetapi sampah itu bisa dimanfaatkan, salah satunya menjadi mainan pesawat.

Caranya:

01 Siapkan alat dan bahan : bungkus rokok kosong; gunting; pulpen/spidol.
Gambar 01


02 Lepas plastik dan kertas cukai.
Gambar 02


03 Potong tutupnya, keluarkan isi di dalam bungkus rokok (aluminium foil dan kertas penahan tutup).
Gambar 03


04 Buka sisi samping yang dilem.
Gambar 04


05 Buka juga sisi samping bagian tutupnya.
Gambar 05


06 Potong badan bungkus rokok bagian depan dan belakang. Potong juga bagian tutup seperti pada gambar.
Gambar 06


07 Gulung bagian belakang dengan pulpen.
Gambar 07


08 Gunting sedikit sisi sampingnya sekitar 1/4 - 1/3 pada kedua sisi, dan lipat seperti pada gambar.
Gambar 08


09 Lipat bagian depan dan lubangi tengahnya seperti pada gambar.
Gambar 09


10 Lipat bagian depan seperti pada gambar. Jadikan sayap pesawat.
Gambar 10


11 Masukkan bagian belakang (yang digulung) ke lubang di bagian depan. Buka lipatan kecil untuk menahan lipatan sayap. Berfungsi juga untuk "kaki" pesawat.
Gambar 11


12 Gulung juga bagian tutup dengan pulpen.
Gambar 12


13 Masukkan gulungan tutup di belakang sebagai ekor pesawat (rudder).
Gambar 13


14 Lipat aluminium foil menjadi setengahnya dan gulung mengerucut.
Gambar 14


15 Hasil gulungan dikunci dengan cara melipat dan memasukkan sisi belakang kerucut ke dalam.
Gambar 15


16 Masukkan aluminium foil di depan sebagai "hidung pesawat", dan pesawat Anda sudah jadi.
Alangkah baiknya dalam proses pembuatan, sisi kertasnya dibalik sehingga hasil jadinya berwarna putih polos seperti gambar 16b, sekedar agar tidak dikira kita kampanye rokok. Selain itu, dengan warna putih polos, kita bisa menghiasnya dengan spidol warna atau semacamnya.
Gambar 16a

Gambar 16b


17 Bereskan alat-alat dan sisa-sisa sampah yang tidak terpakai. Jangan lupa buanglah sampah di tempatnya
Gambar 17



Buanglah sampah pada tempatnya

Rabu, 11 Juli 2012

Balap Liar? Balap Resmi?


Sepertinya masi hangat-hangatnya bahasan balap di jalanan..

Sumber : Gila Motor


Kalo menurut saya,
Kenapa ada balap liar di jalanan:

  1. Memang hobi kebut-kebutan
  2. Ngga tau caranya ikut balap resmi
  3. Ngga mampu ikut balap resmi, tau sendiri kan butuh biaya banyak dan setting motor yg hebat. Misalnya dana udah ada, tapi motor masih belum kompetitif, gimana dong?
  4. Bisa lebih gampang dan cepet menghasilkan uang (taruhan) dibanding balap resmi yg lawannya banyak dan yg dapet cuma peringkat tertentu aja


Alesan tetep ikut balap liar dan ngga ikut balap resmi:

  1. Ngga sanggup ikut balap resmi dari segi ekonomi, skill, motor, manajemen, dll
  2. Butuh duit. dalam beberapa kasus ada juga yg butuh duitnya buat nabung ikut balap resmi
  3. Sirkuit ngga se-leluasa jalanan pada (biasanya) malam hari. Kebanyakan aturan gitu lah, termasuk masuk harus bayar, jadi temen2nya si pembalap males ikut masuk buat nyetting motor atau sekedar nonton
  4. Ada juga kasus ngga dibolehin sama orang tua buat balap resmi apalagi balap liar, jadinya malah curi2 ikut balap liar



Barusan ada artikel tentang Doni Tata Kalau Balapan di Jalanan Aku Ngaku Kalah Saja
Ya wajar aja, dia kan didukung orang tua dari kecil. Pasti banyak yang berpikir gitu termasuk saya sendiri.
Trus kalo udah gini mau nyalahin orang tua? orang lain?

Kalo kamu, nyalahin siapa hayo?

Senin, 25 Juni 2012

IMI (Ikatan Motor Indonesia) Jatim

Sering ada pertanyaan seperti:


  • IMI Jatim itu di mana sih?
  • Alamat kantor IMI Jatim itu mana ya?
  • IMI Surabaya itu di mana?





Bahkan saya sendiri dulu sempat bingung tentang hal itu.
Tapi sekarang sudah ketemu alamatnya, saya cari lokasi sebenarnya, dan memang benar ada.
Dan dengan ini, saya bermaksud untuk membantu siapa saja yang mencarinya.
Berikut inilah datanya:








Sekretariat IMI JATIM:


Jalan Dinoyo No. 90 - Surabaya
Tlp. (031) 5689422
Fax. (031) 5682780


Contact Person :
- Bambang Haribowo 08123000004
- M. Taufik 0818510962

Selasa, 05 Juni 2012

Motor Polisi Yamaha XJ900P


"Yamaha membuatnya secara khusus. Maka jadilah ia secara spesial digunakan oleh sebuah lembaga negara, di seluruh dunia, termasuk juga di indonesia"



Pernahkah kalian melihat motor polisi berwarna putih berlabel Yamaha dengan half fairing bergaya touring dengan boks di kanan kiri dilengkapi dengan lampu rotator biru di belakang? Ada semacam frame slider untuk mengamankan boks dan 2 buah knalpot di sisi belakang. Di sisi depan, frame slidernya terlihat ada speaker sirine yang terpasang dan sepasang lampu strobo yang semuanya merupakan kebutuhan untuk pengawalan.

Melihat dimensi kaki-kakinya sudah pasti bukan milik Yamaha Scorpio atau yang lainnya. Dan tidak mungkin pihak kepolisian meng-upgrade kaki-kakinya sampai seperti itu. Kalau sekedar windshield ya masih mungkin lah, pasti kita pernah menjumpai Yamaha Scorpio, Honda Tiger, atau Suzuki Thunder milik kepolisian yang dilengkapi windshield. Beralih ke bentuk bodi, tangki sangat tidak familiar dengan motor yang berkeliaran di Indonesia, termasuk jok dan bodi belakang.

Coba lihat mesinnya. Dimensi yang besar dan bentuk crankcase yang jarang dilihat, membuat makin penasaran. Sedikit ke depan, ada 4 pipa header yang mengisyaratkan ini adalah motor 4 silinder, ditambah lagi kembali melirik ke bawah, lebih detail lagi roda depan dikawal 2 buah piringan rem dan di belakang cukup 1 buah. Wow! Ternyata penyaluran daya ke roda belakang menggunakan sistem gardan. Ngga main-main nih moge.


Ya, inilah Yamaha XJ900P. Tapi jangan salah, Walaupun gede, motor ini cukup enteng diajak manuver, juga stabil dan sangat nyaman dikendarai. Beberapa polwan di Jakarta pun sudah lincah mengendalikan motor ini. Bahkan di salah satu SMA di Surabaya, pihak kepolisian sempat "membawa" motor ini ke sekolah itu dan ada salah satu siswa yang memberanikan diri mencoba mengendarainya, sementara beberapa siswa siswi yang lain hanya membonceng saja.


XJ900P adalah keluarga dari XJ Diversion. Nama 900 menunjukkan kapasitas mesin yang sekitar 900cc. Dan huruf P di belakang namanya mengacu pada kependekan dari “Police” atau “Polisi”. Nah karena ini khusus dirancang untuk polisi, maka selain dari fasilitas pengawalan yang sudah disebutkan di atas, ada juga kotak pipih kecil di ujung buritan. Kotak itu adalah tempat khusus untuk surat tilang.

Selain stabil, motor ini juga sangat bertenaga seorang Polisi Patroli kita pun punya kisah. “Pernah dulu waktu ada balap liar di Asia-Afrika, patroli mobil untuk mengejar mobil, patroli motor untuk mengejar motor. Waktu itu pukul 11 malam. Saya berhenti di lampu merah Asia-Afrika. Tiba-tiba dari arah Koni, pintu satu, lewat motor lagi trek-trekan, lari jauh kira-kira sudah sampai lebih kurang 80 meter. Setelah itu, baru saya start. Belum sampai pintu 9, sudah saya jejerin. Begitu saya suruh minggir, dia kaget. Saya juga kaget, kok bisa nguber. Asumsi saya, ini enggak bakalan ke uber karena saya pikir, motor-motor anak-anak ini kan sudah dioprek-oprek jadi kenceng bener . itu belum termasuk modal nekat,” ungkapnya.



Yamaha XJ900P

TECHNICAL SPECIFICATION

Manufacturer (Make) Yamaha
Model Name XJ 900 P Diversion
Year 1999
Category(class) Touring

Engine

Engine Capacity (Displacement) 892 ccm (54.43 cubic inches)
Engine Type inline, 4 cylinders
Bore x Stroke Ø68.5 mm x 60.5 mm (Ø2.7 inches x 2.38 inches)
Bore/Stroke Ratio 1.13
Stroke 4
Valves per Cylinder 2
Starter System Electronic
Cooling System Air

Powertrain

Gearbox 5 speed

Chassis/Suspension/Brakes

Front Suspension Travel 140 mm (5.51 inches)
Rear Suspension Travel 110 mm (4.33 inches)
Front Brakes Dual disc
Front Brakes Diameter Ø320 mm (Ø12.6 inches)
Rear Brakes Single disc
Rear Brakes Diameter Ø245 mm (Ø9.65 inches)
Front Tire 120/70-17
Rear Tire 150/70-17

Dimensions

Seat Height 795 mm (31.3 inches)
Wheelbase 1505 mm (59.25 inches)
Curb Weight 280 kg (617 lb)
Weight Distribution (front - rear) 46.8% - 53.2%
Fuel Capacity 24 litres (6.34 gallons)

Performance

Max Power 89.00 HP (65.0 kW) at 8250 RPM
Max Torque 83.00 Nm (61.03 ft*lbs) at 7500 RPM
Power/Weight Ratio 0.32 Hp/Kg
Top Speed 202 km/h (125mph)
Acceleration (dart, speedup) time 
0-100 km/h 5 seconds
0-60 mph 4.8 seconds
# 1/4 mile -
# 60 to 140 km/h, highest gear -
Fuel Consumption 6.4 litres/100km (36.73 mpg)

Sumber pendukung : Yamaha; Satpatwal Polda Metro Jaya; dan sumber-sumber lainnya.

Jumat, 09 Maret 2012

Ingin Rem Pakem?

Rem pada kendaraan bermotor sangatlah penting. 95% keselamatan nyawa kita ditentukan oleh rem yang berfungsi sebagai alat untuk menurunkan kecepatan. Ingat, bukan untuk menghentikan kendaraan.
Kali ini pembahasan dikhususkan pada sepeda motor.



Berawal sepulang dari gunung Bromo, rem dapan saya terasa lebih dalam dari biasanya. Kondisi sepulang dari Bromo memang membuat rem cakram menjadi sangat kotor. Ketika mencuci motor, saya putuskan untuk mencuci rem cakram depan sebersih mungkin, dengan tujuan agar rem bisa bekerja maksimal. Selain rem, saya juga mencuci ban sampai bersih, karena cara berkendara saya membutuhkan kondisi ban yang bersih sehingga dapat memberikan grip yang maksimal pada jalan.

Keesokan harinya saya berangkat kerja, saya merasakan rem depan lebih pakem. Ternyata gejala itu dikarenakan kondisi rem cakram yang kotor. sehingga performa rem berkurang, dan perlu menekan tuas lebih dalam untuk mendapatkan kekuatan rem seperti biasanya.

Didukung dengan kondisi ban yang bersih dari pasir, tanah, dan lumpur yang sudah mengering, tidak hanya rem kembali sehat, tetapi juga menjadi lebih pakem dikarenakan grip ban juga bisa maksimal menurunkan kecepatan.

Jadi rajin-rajinlah membersihkan (mencuci) rem kita agar mendapat performa yang maksimal. Kalau biasanya mencuci motor seminggu sekali, sempatkanlah sebentar mencuci rem saja dalam 3-4 hari, apalagi di musim hujan seperti ini. Sebisa mungkin cucilah rem setelah berkendara dalam cuaca hujan, atau sekedar melibas genangan air di jalan sisa hujan.

Untuk membersihkannya cukup dengan larutan shampo cuci motor/mobil seperti biasanya kita mencuci kendaraan. siram rem dengan air dahulu, kemudian bersihkan dengan larutan shampo menggunakan kuas biasa yg mudah didapat di toko-toko bangunan di sekitaran rumah. Sambil dikuas, putar juga roda agar kotoran yang terjebak di kampas rem yg susah dijangkau juga bisa hilang. Setelah itu bilas dengan air bersih sampai hilang sisa shampo. Beres deh, perangkat penurun kecepatan akan kembali pakem seperti biasa.


Alternatif dari shampo, bisa menggunakan deterjen kalau kotoran sulit dihilangkan, atau sedang terburu-buru. Deterjen bisa lebih mudah membersihkan kotoran, tapi ingat, kalau kena cat, bisa bikin pudar lho.

Nah, sekalian nih, mumpung bebersih rem, sekalian aja bersihkan sendi-sendi yang rawan kotor, seperti lipatan footstep, linkage pada tuas rem, paha rem tromol, stand samping maupun tengah, dan linkage pada tuas gearshifter. Titik-titik ini rawan kena kotoran pasir yang mengganggu pergerakannya. Dengan dibersihkan, proses pengereman dan pemindahan gigi  terasa lebih ringan dan tidak kasar. Kerasa banget lho buat yang suka CGS (Clutchless Gear Shifting).

Jumat, 24 Februari 2012

Ban Slick

Pernah melihat permukaan ban yang rata tanpa alur? Ya, itulah yang disebut dengan ban slick.
Perlu diketahui, ban slick memang lebih baik dalam hal luas penampang yang mengalami kontak dengan jalan, juga biasanya menggunakan kompon yg lebih lunak dengan grip yang lebih baik.

Tapi bukan berarti mutlak lebih baik. kembali pada cara berkendara dan penguasaan kendaraan. jika penguasaan kendaraan cukup baik, sebenarnya tidak perlu menggunakan ban slick juga sudah cukup aman, mengingat sebenarnya ban slick diciptakan untuk keperluan balap. Bahkan beberapa bulan yang lalu ketika latihan di sirkuit Kenjeran ada yg pake ban slick, tapi masih bisa terjatuh, padahal untuk penguasaan motor, dia sudah cukup baik..

Jadi jangan mentang2 sudah pake ban slick bisa seenaknya ngegas tanpa konsentrasi penuh, apalagi ngeremehin tikungan.. belom lagi ban slick tidak punya alur untuk mengalirkan/membelah air diwaktu jalan basah/kondisi hujan. Tapi ini bukan mengartikan bahwa ban slick itu jelek lho ya..

Lalu bagaimana caranya kita mengetahui kapan ban slick itu "habis"? kan tidak ada alurnya.

"Untuk ban slick Indikator keausan ban berbentuk cekungan atau menyerupai lubang dengan diameter tertentu pada bagian telapak atau crown ban." jelas pihak pembicara salah satu merk ban di Indonesia.
Ban Slick

Ban Biasa


Jadi pada ban slick tidak benar-benar rata, tapi ada beberapa cekungan-cekungan kecil sebagai TWI-nya. Kalau cekungan itu sudah hampir rata / tidak kelihatan, berarti kompon ban sudah habis. Sama halnya dengan ban biasa yang ditunjukkan oleh alur yang sudah hampir rata juga. Berlaku untuk sepeda motor, mobil, maupun gokart.