Kategori

Senin, 04 Maret 2013

Membeli Sepeda Motor Bekas


Pilih beli motor baru apa motor bekas?

Sepeda motor baru kondisi ya pasti bener-bener baru. Lengkap dengan servis gratis dan oli gratisnya.
Tapi sepeda motor baru bukan segalanya. Lihat saja, banyak yang berminat sama sepeda motor bekas.
Dari pertimbangan ekonomis sampai karena suka sama sepeda motor keluaran lama, dengan alasan memiliki keunggulan dibandingkan sepeda motor sejenis dengan tahun yang lebih muda maupun karena saat ini tidak diproduksi lagi.

Yang perlu diperhatikan dalam membeli sepeda motor bekas / second tidak hanya dari kondisi mesin atau bodi saja, tetapi juga dari legalitas sepeda motor itu sendiri, mengingat banyak pemalsuan surat2 kendaraan akhir-akhir ini. Sepeda motor yang dibeli harus disertai surat-surat yang lengkap, meskipun dalam suatu kondisi ditemukan surat-surat lengkap tapi pajak mati / telat. pertimbangkan juga biaya yang akan dikeluarkan apabila pajaknya mati / telat.

Secara umum, pengecekan sepeda motor sebelum transaksi adalah:

Legalitas
Yang pertama, saat akan membeli 
sepeda motor bekas, periksa nomor rangka dan nomor mesin lalu cocokkan dengan yang tertera di STNK atau BPKB. Tidak ada salahnya untuk memastikan keaslian dokumen sepeda motor dengan mengunjungi kantor Samsat setempat untuk dilakukan tes fisik. Jangan malas untuk sedikit repot dalam hal ini.

Bagi yang berada di DKI Jakarta dapat menggunakan layanan SMS Polda Metro Jaya. Tinggal kirim SMS dengan format metro spasi nopol dan kirim ke 1717. Contohnya metro B1663RR. Akan ada SMS balasan yang berisi tipe sepeda motor, warna, tahun pembuatan dan masa STNK. Artinya nomor polisi sepeda motor yang bersangkutan memang telah terdaftar.

Kondisi Fisik
Periksa fisik sepeda motor seperti bodi, kaki-kaki, baut, spion, dan lainnya. Usahakan bagian-bagian sepeda motor masih sesuai dengan aslinya alias belum diganti-ganti.

Speedometer

Usahakan untuk tidak membeli sepeda motor bekas dengan kilometer di atas 30.000 km, karena biasanya akan banyak komponen mesin yang harus diperbaiki atau bahkan diganti. Tapi kalau memang harus membeli sepeda motor yang lebih tua, yakinkan kondisinya baik tidak ada masalah.

Nyalakan Mesin Sepeda Motor
Coba hidupkan mesin sepeda motor untuk mengetahui kondisi mesin apakah masih baik atau tidak. Hindari membeli sepeda motor yang mesinnya berbunyi kasar, walaupun tidak ada jaminan suara mesin yang halus itu kondisinya baik.

Perpindahan Gigi dan Rangka S
epeda Motor
Cobalah melakukan test ride dengan melakukan perpindahan gigi untuk sepeda motor non matik, bila perpindahan gigi terasa sulit dilakukan, kemungkinan kampas koplingnya sudah akan habis. Jangan beli sepeda motor bekas dalam kondisi demikian. 

Selain itu coba juga untuk melaju sekitar 40 km/jam, lalu tekan rem sedikit mendadak untuk memastikan sepeda motor tidak sulit dikendalikan. Pengecekan rangka atau sasis sepeda motor juga diperlukan untuk mendeteksi kelurusan sasis.

Kebocoran Oli
Setelah melakukan test ride, saat mesin panas perhatikan juga apakah ada oli yang bocor di sela-sela mesin. Bila terjadi kebocoran sebaiknya jangan beli sepeda motor tersebut.

Kondisi Kelistrikan
Periksa kelistrikan dan lampu sepeda motor, seperti lampu depan, lampu sein, lampu rem, klakson, speedometer, dan elektrik starter sepeda motor. Bila semuanya berfungsi dengan baik, maka sepeda motor tersebut cukup layak untuk dibeli.



Kurang lebih begitulah cara mengecek kondisi keseluruhan sepeda motor yang akan dibeli dalam kondisi bekas / second. Untuk urusan harga bisa coba browsing di situs-situs jual beli agar tahu pasaran harganya saat akan membeli. Tentang tawar menawar harga, sebaiknya disertai alasan yang kuat agar tidak bikin marah pihak yang menjual.

4 komentar:

  1. ane pengen juga beli motor gan, tapi nunggu rejeki terkumpul dulu aja, kalo tips dan trik buat nyicil motor gmn gan?

    BalasHapus
  2. nyicil motor baru apa bekas nih?

    BalasHapus
  3. informasi dalam blog ini sangat bagus dan layak di publikasikan serta dibaca khalayak ramai.

    BalasHapus